SNMPTN 2017 Mengalami Perubahan 40 Persen

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyatakan kuota Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tînggi Negeri (SNMPTN) pada 2017 adalah 40 persen. Kuota ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan 2017, sebanyak 50 persen.

“Kebijakan ini kami ambil karena melihat bahwa kuota 50 persen tidak seimbang dimasukkan dalam kuota SNMPTN bila merujuk pada indeks integritas sekolah. Oleh karena itu, sebanyak 10 persen dari kuota tersebut kami masukkan ke kuota Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sehingga tahun ini naik menjadi 30 persen,” kata Nasir saat konferensi pers di Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat (15/1).
Lihat juga:
Sidak Ujian Mandiri, Menteri Nasir Temukan Peserta Nyasar
Oleh karena itu, kuota SBMPTN meningkat 10 persen dari sebelumnya yang hanya 20 persen. Sementara, Seleksi Mandiri memiliki kuota penerimaan maksimum 30 persen. Nasir menilai penerapan kuota seperti itu akan lebih adil.

Jika pada 2017 hanya 65 Perguruan Tinggi Negeri yang mengikuti SNMPTN, pada 2017 bertambah menjadi 78 PTN. Hal ini dikarenakan bergabungnya 13 PTN yang pada tahun lalu hanya bergabung untuk melaksanakan SBMPTN.

Ketua Umum Panitia SNMPTN dan SBMPTN 2017 Rochmat Wahab menyatakan pada SNMPTN 2017, ada 21.228 sekolah yang mendaftar melalui Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), dengan jumlah siswa yang mendaftar sebanyak 852.093 orang (termasuk 152.097 pendaftar Bidik Misi).

“Kami harap pendaftar pada tahun ini bisa meningkat, terutama siswa yang berasal dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. PDSS mulai bisa diakses pada 18 Januari mendatang,” kata Rochmat.
Lihat juga:
Joki SBMPTN Tertangkap di Makassar
Pendaftaran SNMPTN 2017 akan dibuka pada 29 Februari hingga 12 Maret. Kemudian, pencetakan kartu peserta akan dilakukann pada 22 Maret hingga 21 April. Setelah itu, panitia akan melakukan proses seleksi pada 24 Maret hingga 8 Mei. Pengumuman kelulusan akan dilakukan pada 10 Mei dan dilanjutkan dengan pendaftaran ulang peserta lulus pada 31 Mei.

“Yang jadi pertimbangan penilaian dalam SNMPTN adalah nilai rapor, indeks integritas, portofolio prestasi siswa. Kami juga akan memasukkan nilai Ujian Nasional sebagai pertimbangan penilaian apabila hasil UN bisa diberikan pada kami saat proses seleksi. Kalau tahun lalu tidak jadi poin penilaian karena terlambat diberikan kepada kami,” kata Rochmat menjelaskan.
Lihat juga:
Panitia Seleksi Masuk Universitas Jamin Tak Ada Soal Bocor

kuota snmptn 2017
Rochmat menegaskan pemerintah akan menanggung penuh pelaksanaan SNMPTN sehingga siswa tidak akan dipungut biaya. Adapun, kuota siswa yang diterima dari jalur Bidik Misi adalah sebanyak 60 ribu orang.

Di sisi lain, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Herry Suhardiyanto mengatakan seleksi tahun ini akan ketat seperti tahun-tahun sebelumnya. Ia menegaskan panitia juga akan berhati-hati dalam menilai hasil nilai rapor siswa yang mendaftar SNMPTN.

“Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, hanya 20 persen orang dari pendaftar yang terpilih,”katanya. (utd)

1 Spin Rekomendasi Terbaik /  3 Pilihan Hasil Spin
* Tag-tag html/script tidak diizinkan!
Reset [x]  Spin Ulang Artikel Saya »

HASIL SPIN TEKS ANDA: (* Kata hasil spinner dapat diubah dengan klik kata tersebut)
Hasil Spin (481 kata |kemiripan 58% | diubah 152 kata): Select all

Menteri Riset, Tehnologi, & Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebut kuota Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tînggi negeri(SNMPTN) terhadap 2017 yakni 40 prosen. Kuota ini mengalami penurunan kalau di bandingkan bersama 2017, banyaknya 50 prosen.

“Kebijakan ini kami ambil dikarenakan menonton bahwa kuota 50 % tak seimbang dimasukkan dalam kuota SNMPTN jikalau merujuk kepada indeks integritas sekolah. Oleh dikarenakan itu, sejumlah 10 % dari kuota tersebut kami masukkan ke kuota Seleksi Dengan Masuk Perguruan Tinggi Negara (SBMPTN) maka thn ini naik jadi 30 prosen,” kata Nasir diwaktu konferensi pers di Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat (15/1).
Perhatikan pula :
Sidak Ujian Mandiri, Menteri Nasir Dapatkan Peserta Nyasar
Oleh dikarenakan itu, kuota SBMPTN meningkat 10 % dari pada awal mulanya yg cuma 20 prosen. Sementara, Seleksi Mandiri mempunyai kuota penerimaan maksimum 30 %. Nasir menilai aplikasi kuota seperti itu bakal lebih adil.

Jikalau terhadap 2017 cuma 65 Perguruan Tinggi Negara yg mengikuti SNMPTN, terhadap 2017 bertambah jadi 78 PTN. Elemen ini sebab bergabungnya 13 PTN yg kepada th dulu cuma bergabung utk lakukan SBMPTN.

Ketua Umum Panitia SNMPTN & SBMPTN 2017 Rochmat Wahab menyebut kepada SNMPTN 2017, ada 21.228 sekolah yg mendaftar lewat Pangkalan Data Sekolah & siswa(PDSS), bersama jumlah peserta didik yg mendaftar banyaknya 852.093 orang (termasuk juga 152.097 pendaftar Bidik Misi).

“Kami harap pendaftar kepada th ini mampu meningkat, terutama peserta didik yg berasal dari daerah terdepan, terluar, & tertinggal. PDSS sejak mulai mampu diakses terhadap 18 Januari akan datang,” kata Rochmat.
Saksikan pun :
Joki SBMPTN Tertangkap di Makassar
Pendaftaran SNMPTN 2017 dapat di buka terhadap 29 Pebruari sampai 12 Maret. Seterusnya, pencetakan card peserta bakal dilakukann kepada 22 Maret sampai 21 April. Sesudah itu, panitia bakal lakukan proses seleksi kepada 24 Maret sampai 8 Mei. Pengumuman kelulusan bakal dilakukan kepada 10 Mei & dilanjutkan bersama pendaftaran ulang peserta lulus terhadap 31 Mei.

“Yang menjadi pertimbangan penilaian dalam SNMPTN yaitu nilai rapor, indeks integritas, portofolio prestasi peserta didik. Kami serta dapat memasukkan nilai Ujian Nasional sbg pertimbangan penilaian jikalau hasil UN sanggup diberikan kepada kami diwaktu proses seleksi. Bila th dulu tak menjadi poin penilaian dikarenakan terlambat diberikan terhadap kami,” kata Rochmat memaparkan.
Saksikan serta :
Panitia Seleksi Masuk Kampus Jamin tiada Soal Bocor
Rochmat menegaskan pemerintah bakal menanggung penuh pengerjaan SNMPTN maka peserta didik tak bakal dipungut anggaran. Adapun, kuota peserta didik yg di terima dari jurusan Bidik Misi ialah banyaknya 60 ribu orang.

Di sudut lain, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negara Indonesia (MRPTNI) Herry Suhardiyanto menyampaikan seleksi thn ini bakal ketat seperti tahun-tahun pada awal mulanya. Beliau menegaskan panitia pun dapat berhati-hati dalam menilai hasil nilai rapor peserta didik yg mendaftar SNMPTN.

“Berdasarkan pengalaman terhadap tahun-tahun diawal mulanya, cuma 20 prosen orang dari pendaftar yg terpilih,”katanya. (utd)